Selasa, 16 September 2014

MSDS(Material Safety Data Sheet)

Material Safety Data Sheet (MSDS


MSDS atau dalam bahasa kita dikenal dengan ‘Informasi Data Keamanan Bahan’ merupakan informasi mengenai cara pengendalian bahan kimia berbahaya (B3), bisa diartikan juga lembar keselamatan bahan.
Informasi MSDS ini berisi tentang uraian umum bahan, sifat fisik dan kimiawi, cara penggunaan, penyimpanan hingga pengelolaan bahan buangan.
Mengapa kita harus mengetahui dan menerapkan MSDS ?
Pada prinsipnya agar kita tetap terjaga kesehatan dan keselamatan pada waktu bekerja menggunakan bahan kimia. Selain itu fungsi MSDS adalah agar :
1. Mengetahui potensi bahan kimia
2. Menerapkan teknologi pengendalian dalam melindungi pekerja
3. Mengembangkan rencana pengelolaan bahan kimia di tempat kerja
4. Merencanakan pelatihan pada pekerja yang langsung kontak dengan B3

Dalam dunia kerja, baik di laboratorium maupun lapangan, komponen bahan kimia berada di dalam :
  • Bahan baku (starting material) 
  • Bahan produk utama 
  • Bahan produk samping 
  • Bahan untuk analisis 
  • Bahan buangan

Dengan demikian yang harus menggunakan dan menerapkan lembar MSDS antara lain:
  1. Produsen bahan 
  2. Pihak pengangkut bahan 
  3. Penyimpan dan supplier bahan 
  4. Pengguna bahan (Industri, Laboratorium dan Institusi akademik) 
  5. Pengolah bahan buangan
Rincian isi MSDS antara lain :
1. Informasi umum
a. Tanggal pembuatan
b. Alamat produsen atau suplier
c. Nomor seri CAS (Chemical Abstract Serial Number)
d. Nama kimia
e. Nama perdagangan dan sinonim
f. Nama kimia lainnya
g. Rumus struktur dan rumus kimia
h. Tanda bahaya bahan kimia
2. Informasi komponen berbahaya
a.  Batas paparan tiap komponen
b.  Komposisi
c.  Persen berat
3. Informasi data sifat fisika
a. Titik didih
b. Tekanan uap
c. Kerapatan uap
d. Titik beku atau titik leleh
e. Kerapatan cairan
f.  Persen penguapan
g. Kelarutan
h. Penampakan fisik dan bau
4. Informasi tentang data kemudahan terbakar dan ledakan
a. Titik nyala
b. Batas kemampuan terbakar
c. Batas temperatur terendah yang menimbulkan ledakan
d. Batas temperatur tertinggi yang menimbulkan ledakan
e. Media /bahan kimia yang digunakan untuk pemadaman
f.   Prosedur khusus untuk pemadaman
5. Informasi data reaktivitas
a.  Stabilitas bahan
b.  Pengaturan lokasi penempatan bahan
c.  Produk dekomposisi yang berbahaya
d.  Produk polimerisasi yang berbahaya
6. Informasi tentang bahaya kesehatan
a.  Efek terkena paparan yang berlebihan
b.  Prosedur pertolongan darurat dan pertolongan pertama akibat kecelakaan
c.  Kontak pada mata
d.  Kontak pada kulit
e.  Terhirup pada pernafasan

7. Informasi prosedur pengumpulan, pengelolaan dan pengolahan limbah
a. Langkah-langkah yang harus diambil untuk pengumpulan limbah
b. Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di lapangan
c. Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di laboratorium
d.  Metoda pemusnahan limbah bahan kimia
8. Informasi perlindungan bahan kimia
a.  Perlindungan respiratory
b.  Ventilasi
c.  Sarung tangan pelindung
d.  Pelindung mata
e.  Peralatan pelindung lainnya
f.   Pengawasan perlindungan
9. Informasi penanganan awal khusus
a. Penanganan khusus dalam penggunaan dan penyimpanan
b. Penanganan awal lainnya
10. Informasi Data transportasi
a. Nama dan jenis transportasi
b. Tanda kelas bahaya bahan
c. Tanda label
d. Tanda merk
e. Prosedur darurat akibat kecelakaan
f. Prosedur penanganan awal yang harus dilakukan selama tranportasi.
TEKNIK PENELUSURAN MSDS

Kita dapat mengetahui secara lengkap isi dari MSDS dari berbagai sumber. Adapun mengenai teknik untuk menelusuri MSDS antara lain dari :
      Dari buku literatur K3 di Perpustakaan atau instansi terkait
      CDROM dari produsen bahan kimia
      Internet :
          http://www.msdsonline.com/
          http://www.ilpi.com/msds/  
STRATEGI PENGELOLAAN MSDS
      Inventarisasi bahan-bahan kimia yang terkait pekerjaan
      Pengumpulan dan penelusuran dokumen MSDS
      Modifikasi MSDS
      Melaksanakan dan mematuhi rekomendasi dari MSDS

Yang sangat penting untuk diperhatikan adalah memperlakukan bahan kimia dalam bekerja agar :
      Selalu merujuk MSDS (Material Safety Data Sheet)
      Preparasi bahan dengan benar
      Pengemasan dan penyimpanan bahan yang tepat
      Penggunaan pada takaran yang tepat
      Pengelolaan buangan bahan secara bijaksana 

Contoh MSDS seperti ini :
Contoh MSDS

ALAT-ALAT YANG TERDAPAT DI LABORATORIUM KIMIA



 Gelas kimia (beker)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgheTHzyJF0UKu2O9qWNm53MUnneIcnqeYbinmRzwNh_qCHwDWx91f7IftICbCnpbrvTRVGip4NWH8YzM_PT7p2KTOcUNtNd-O_yo1bgJ28qjvDv4bn6KlOe3szpuYVDr2DlDsjhnS3xsU/s1600/beaker.jpg


Berbagai ukuran yang ditulis dibagian luar, ukuran ini sesuai dengan kapasitas penampngnya. Digunakan untuk menampung cairan atau larutan, juga memanaskannya, terbuat dari gelas bahan kuat pemanasan misalnya pyrex.
  Erlenmeyer


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDWTH8IH74UBY_HXWas4cUZ5-asBOijVIYVO2GY6A84UGNim8iAbAg6A3HnFVa3zKQDtqb1G519xss5T8yPbe3SXF89yxDxA-z5U-BngwSTCy6qp9-_1uiZw-gVpwUxRIaV2nqm2z3das/s1600/Erlenmeyer+Flasks.jpg

Seperti halnya gelas kimia, karena berbentuk labu, erlenmeyer ini bisa digunakan untuk mengaduk cairan melalui pengocokan, juga bisa melakukan titrasi.
    Gelas ukur


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-l-QWnfH550olw4MULhIuUWB0xO_da21tBPiYQGjxH78zT4Wp8IVHAvlRb9JRx1U4F6y6V85dvbr2FHOppufHraXGSralcx5LJli_N2vHzB-hUndvto_S0tU0ZOJ688fuq9sJC_1csmw/s1600/gelas+ukur-aquix.com.sg.jpg

Untuk mengukur volume cairan yang terdapat di dalamnya, juga terdiri dari beberapa ukuran/kapasitas.   

Labu ukur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGIVphSaAvZHisYLRBVkhc5IQtfrUnHvMyGGaaglbqa8GRRNRMe5U0pscwpM8frUrfbROcFCiKHQauy5t8NfZ1KRi3RqNB_UUC6dFlXVL9PSS8pwekvI-jMjLZww74zK2QHe0Qh6QyJCk/s1600/labu+ukur.jpg

Peralatan Dasar Laboratorium

Tersedia berbagai volume, digunakan untuk menempatkan volume cairan dalam pembuatan larutan.
   Pipet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdeu-MIjWGlHagarqE9M58YlaS4cwebH__dw5xvjYcVVd-KAHmiQnMLRHXTBTy4Pszqx1zamPKMxYTRK3o3PxZo_p6zwMncMfQpNy3lKv6r12DNe9V0-73YHGn2S0dmkG_cbmeRhO2eM8/s1600/pipet+tetes-camlab.co.uk.gif


Pipet adalah peralatan untuk memindahkan sejumlah tertentu cairan dari satu tempat ke tempat lain.

 Buret


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_eKMT87WKfIiITwP7pocjkRiEcWbjLnP2DlmTM-oobW38EwzDWPARaOIXhPgLt-bans2ZNWVn_u8jxp66oVWgL44Wm3CjE7ogWvNzZFSZeKkxhQO0pZlfPHkFRXcvfN6jPzrJwL-w3jo/s1600/573.jpg

Sama seperti pipet berukuran, hanya buret memiliki kran untuk mengatur keluarnya cairan, kita tidak perlu membaca setiap waktu ukurannya. Alat ini digunakan untuk melakukan metoda analisa titrasi.
  Tabung reaksi


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY4fwec915rjcWAmQo5flDd8ezbivtiwa3Xyxs7tRzD53SsDspBir3_2F81VQp-uc9st5hE0pS3SiFJS31S2OT7MqjD8Jh4byo-j2iuuqrtfNL0wFKv0Fv70H9pxql_8QqcxZesoIFyUY/s1600/Test+Tube.jpg

PERALATAN DASAR LABORATORIUM
Terbuat dari gelas, berbagai macam ukuran. Digunakan untuk melakukan reaksi kimia dalam jumlah sedikit.


 Kaca arloji
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRAwYIIULmIAEg1idWaD9pBxfV0XKGtjMok7AptupysRmhf4ypx8h8wa9xh_U2CchA3UBECBiYnfLl4CMnTZi4MA03e3E47S8J1TWNMTHswBnriaI-RtDwSBTgHW7td-UsHS6a5cYK5Zo/s1600/gelas+arloji%255B5%255D.jpg


Terbuat dari gelas beningm berbagai ukuran diameter, digunakan untuk wadah menimbang zat padat juga untuk penguapan sederhana.

 



   Corong


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2PRPL1wUOTT0zuWkYvH6sNxjYHkpGU3Jad1PzrHsvhGaCAwUURO1_ejiwhMMs4Ewrosnq_T1WKhxsEypyzb1oPjANV3_FjPE8U4Ts2H5V4hzalYsPsJjpDFAud8zMD1TNph1QA33J58M/s1600/corong.jpg


Terbuat dari gelas atau porselen, digunakan untuk menyaring secara gravitasi.


   Corong Buchner


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5LGUGHpziy3N1uBYN8kqfkomL9w_ZgeE82D7vaZ4uVVUtKGE383-fhqKArinkCMQJiyQ6bBAaRV20hfKEZv_kmjW_1jlcpsRf8jh8xytoXLXDn_YPFfby0k6ECz4oBrv-BAZ5ZW_gpaU/s1600/corong+buchner.jpg

Jenis corong yang terbuat dari porselen. Corong in digunakan untuk penyaringan cepat dengan cara penyedotan melalui penghisap vakum, juga dilengkapi dengan labu hisapnya








     Corong pisah


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBih9ypuLNUIDqaXQ88a5ibCfPBhFYeQW6rkesySl_xuD2pOBDuM997c28mqzG_b471F_K68PkAMQxv8UhtB82MKsxY_zFSwnXurDh6HGIlDQK5DGZlBOD8G4Bbxzeo1wvroy9SuczA6A/s1600/65454_4.jpg

Terbuat dari gelas. Digunakan untuk memisahkan dua lapisan cairan atau lebih dalam cara ekstraksi.


   Cawan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNjnxPhSfYd-POKnoMYLvtVQjh1mnGJN34WOjR7GVqEezr69_sy7uyYXHeMRyU1cfHJzTL-LFwgEHcyjKXqPFEAfPHPFHc_yKHw3aZao5TlvY_ESH1GucjmhquaMhZzg5rZ_nqLO1_mwI/s1600/cawan+porselin.jpg



PERALATAN DASAR LABORATORIUM

Peralatan Dasar Laboratorium 

Terbuat dari porselen. Digunakan untuk menguapkan larutan.

     Cawan krusible
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4DnUANRl1DysYNlk5L0__hivSrSuySWwloX6T3rMB9tXMPowW3dKpPqejob6H8zXgxrx7rEkN-TS2FJI40m-XvjSa9L3HzeoqKANI-0V80bwGYc-qVKeFsFa7GnjwhyibtscJg-RABUo/s1600/crusible+and+lid.png



Bentuknya lebih tinggi, digunakan untuk menguapkan lanjutan dengan pemijaran zat padatnya.



     Plat tetes

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4MEK9eI-vTlVPjj-CVOdDmKPXxvYsGvS0uccwSASs1meuiuyiV0hEkARavZDTiKdgz4zQaEWWZTsw0yYHbTg3fKoYwdOE9anQq_m-suK8DAPEVzuYXjr9c1mPwCHUr-1I7rDkQlk7vJs/s1600/1580499_07102009302.jpg



Terbuat dari porselen, digunakan untuk pengujian warna reaksi kimia dalam jumlah kecil. 

    Spatula

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr7iMr-hJHIu-ZEwnsqb3T4N9N40OUilFM1FVUsO6ZevX5endWxi3ORbZJpr6_2LdmiyjeUmhhqSuZG4ljv92YCy3sfbb1RdMx_TJXuep3RyscA3Jezz9L9x50I2SeiKl6wJO1SgiUraY/s1600/laboratory-spatulas-16-multiglobe.net.jpg


Dengan berbagai ukuran, terbuat dari besi dan gelas, gunanya untuk mengambil sejumlah zat padat.

Batang pengaduk, terbuat dari gelas digunakan untuk mengaduk larutan.

     Kasa asbes


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1qXhCsfXiYDFWgwGPkwgTSE1cab-7aTUu7_zGA-t7fk_KONxAXCAwXyd0TYQJee8Yi6-uhYl-OVDzlyG_mXwLniR66vM-xMNLI5w7FdkbMwIzAzn_ojg1XuXvFdxOWZyyLfJG1LjaOI0/s1600/Kasa+16x16.JPG

Kawat yang dilapisi asbes, digunakan untuk menahan dan menyebarkan panas yang berasal dari api Bunsen.

     


 Kaki tiga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqfcxdzRIJutmJe9_c9rIWa_lCNb5_XBIkuVu41Enot_tqdaWZEveFOIZRvx5P-u8qplFC4SAEtWopewuKs3aw_xmpanm9odK-5kxvUMD_A3RvUmSfupjGCWN4wLefphXHzOvfHhtjuOk/s1600/1134891_tripod.jpg


Terbuat dari besi yang menyangga kasa asbes, digunakan untuk memanaskan.


2.  Cara penggunaan
Cara membaca volume (gelas ukur)
Gelas ukur digunakan untuk mengatur jumlah cairan yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, skala 0 mL terlatak di bagian bawah. Masukkan jumlah zat cair yang akan diukur volumnya, lalu tepatkan skala yang diinginkan dengan pipet tetes. Cara membaca skala harus dibaca garis singgung skala dengan bagian bawah lengkungan cairan.
Cara menggunkan pipet
Secara umum pipet ada 3 jenis :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOzfGX_v0r8LU8NHv0ePnzStKsiS3OjC_Qc07XN4zVEK12OrYhZ5az-k_J-gDe2ub36BoTXTB4BsR503Z8saTK7B7L63BDQDEcoOBvnLbDq5HTVTD-pTyGn1W9mxp7c0LX_AdwxROkmxU/s1600/pipet+volumetrik.jpg


Pipet Volumetrik (Gondok)-scilabware.com


Pipet tetes, digunakan untuk memindahkan cairan di mana volumenya tidak diukur. Untuk pengambilan cairan digunakan karet bagian atas setelah ujung pipet berada dalam cairan.

Pipet seukuran, biasanya disebut pipet gondok, ukurannya tertera di permukaan gelas. Digunakan untuk memindahkan volume tertentu (dengan teliti) cairan. Cara menggunakan pipet ini : celupkan bagian bawah pipet ke dalam cairan, lalu cairan disedot dengan ball pipettor sampai melebihi garis batas kemudian dikeluarkan cairan sedikit demi sedikit sampai tepat garis batas.
Cara menggunakan buret
Cara menyiapkan buret : bagian dalam pipa harus bersih, kran ditutup, masukkan larutan dari atas melalui corong gelas. Isi sampai melebihi skala 0 mL, lalu dengan membuka sedikit kran tepatkan permukaan cairan pada skala 0 mL.
Cara menggunakan buret (dalam titrasi) : siapkan labu titrasi (erlenmeyer) yang sudah diisi sejumlah tertentu larutan di bawah kran buret. Pegang kran buret dengan tangan kiri di mana telapak tangan menggenggam seluruh kran dan telunjuk-ibu jari bisa memutar kran. Labu titrasi dipegang mulutnya dengan tangan kanan. Sambil menggoyangkan bagian bawah labu titrasi, kran buret dibuka berulang-ulang kali sampai sudah mendekati titik ekivalen, atur pengeluaran tetes demi tetes sampai terjadi titik akhir titrasi.
Cara memanaskan cairan/larutan
Cara memanaskan cairan dalam tabung reaksi : jangan mengarahkan mulut tabung reaksi pada teman atau diri sendiri. Jepit tabung reaksi dekat mulutnya. Miringkan kearah yang aman, panaskan sambil sebentar-sebentar dikocok.
Cara memanaskan tabung dalam penangas air : beaker gelas  diisi dengan air kemudian dipanaskan di atas api Bunsen dengan menggunakan kaki tiga dan kasa asbes. Kemudian tabung reaksi yang akan dipanaskan diletakkan dalam beaker gelas tadi.

Timbangan


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwdyKdjQdt2GMhJ5z1AAFFosSbhpejgM6SL_3sMHcILve_kguTMjGBh4cuI8FZyIP0CToNFoWdxWHTpKsmGODpANcV1ms0ir8SI7YelYhDj2cH0Md4jcHQ0oj4KwEt14SPmWijmnE4NPM/s1600/Neraca+analitik.jpg


Untuk menimbang massa suatu zat. Tingkat ketelitian lebih tinggi neraca di atas.


Botol Semprot

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYGpC9wSfhPeeRHs-0RC9BmiOtbYvSHCM_1pWVOnYFfnnCJfLoCQW8b_CBD_MKamSUyu6UD9DUcSKjamZkfeXxVnzIQUkxx781WU-CBb-VUf-babUp4pIrANWsA8UgU0vpb90gysH7vVU/s1600/Botol+Semprot.jpg


biasanya digunakan untuk menympan aquades dan digunakan untuk mencuci ataupun membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air.



 klem dan statif 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA0LZ_QzKXe9R-50Zc6N76_h-TiKAG_nN8LAMUkG0ZtiMpVdSjfGXBzgZPUw9IEoUzisp1aZl7k-mrcf5wgdHbfgnNiyMt61vREMshUILFubhW84wRef-nGO7QO4j-Zd8kKMUDF7LSEXE/s1600/clip_image064.jpg



Sebagai penjepit misalnya: Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi, Menjepit buret dalam proses titrasi,untuk menjepit kondensor pada proses destilasi.


Batang Pengaduk

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvdQNZe1sdOy-qmV79lTrior5e49EBsEx2iRqfMcWeyUh_HcXKYBG2ixCB0PER9sb2iMCUhBE45rnX15k2JWsvor1fPvVXAS4nvP_sOZE7yBsubIsK6yM5xVufIitKXeCKdQJV7XLTK8g/s1600/batang+pengaduk.JPG

Batang pengaduk terbuat dari bahan kaca, fungsi untuk mengaduk larutan dalam wadah.






Mortar (lumpang) dan Alu

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg02MNqmMpqlSsV_GD85x52gwnYWvUyi8SO9Jv483Ntbt6-YQuP4Ildsuva3T-p3Qmb-go1UzIdaTz3R1Augpeb-1CCRBxfFcoHCEAzfDG50yZyQrTu67QTduvbYMGCciqDavBzml-glDU/s1600/mortar+lumpang+%2526+alu.jpg

Alat ini berfungsi untuk menghaluskan atau menggerus suatu benda atau zat. Mortar dan alu ini terbuat dari keramik. Dengan menggunakan mortar dan alu dari bahan keramik , bahan /zat yang ditumbuk dan dihaluskan tidak akan tertinggal pada mortar seperti halnya bila menggunakan mortar yang terbuat dari batu.


7. Labu distilasi (distillation flask).
    
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOZqBO33R_EDBx7hwGwiAVp0HBiHOsLjyitE4ipTRibKRJ7VF2MV7WbsBsS_arV6fClr4IxJ96iHlKOdh1TU5nEStQGFoQlvjY8OSlYHgCXjB9At8w2QE7oQ8lUP6s_PM6xQx7c7HEoUs/s1600/destilation-flask.jpg

Distilasi adalah metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan volatilitas komponen dalam campuran cairan mendidih. Distilasi adalah unit operasi, atau proses pemisahan fisik, dan bukan reaksi kimia.
Komersial, distilasi memiliki sejumlah aplikasi. Hal ini digunakan untuk memisahkan minyak mentah menjadi fraksi yang lebih untuk menggunakan spesifik seperti pembangkit transportasi, listrik dan pemanas. Air suling untuk menghilangkan kotoran, seperti garam dari air laut. Air suling untuk memisahkan komponen-terutama oksigen, nitrogen, dan argon-untuk keperluan industri. Penyulingan solusi fermentasi telah digunakan sejak zaman kuno untuk menghasilkan minuman suling dengan kadaralkohol yang lebih tinggi. Tempat di mana distilasi dilakukan, terutama distilasi alkohol, dikenal sebagai penyulingan.
Bahan borosilikat. Berlengan, kapasitas 125, dilengkapi karet penutup berlubang kira-kira 6 mm.
Kegunaan : Untuk wadah zat yang akan mengalami proses distilasi.
Borosilikat
§         70 % s/d 80 % (SiO2)
§         7 % s/d 13 % (B2O3)
§         4 % s/d 8 % Na2O atau K2O)
§         2 % s/d 7 % (Al2O3)
§         0 % s/d 5 % (CaO atau MgO)
8. Pipet tetes (dropper disposable pipet)
  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxGPHx9Ox-tZO4VNRlTvwSN0AcSAFrzDZQX0VEb-gKrK15ME_EdLIdHnvACVMc11JbUYJd7POp-stAyhuMx1jfpJ0yEU3ZzKhqBbC3Qfj_X5xG1I_ScOcpFP1JcccTFiuYuKuglsG6Ggw/s1600/pipet-tetes.jpg

Tersedia hanya satu jenis pipet tetes. Pipet tetes berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil dari tetes demi tetes. Hal ini penting terutama dalam membantu menepatkan pengukuran larutan dan pada waktu pengenceran.
9. Pipet Volume (Pipette Volumetric)
    
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6yOeZ1X6dbM7FDlSmnoY9Ije0ccVmPVXh2OlB-SXkXnC8hNEXTrUMbOWUsOjbz7P7dG2L_4PGKbJZLQhIEKX_A5RcYcpUHf5Q0m6xAwkIzzhdk8ZsEli5aOvInvyX_41sAjnaz7bLXXQ/s1600/pipet-volum.jpg

Tersedia dalam berbagai ukuran : 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10 ml, 25 ml, 50 ml
Kegunaan : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur.
Sering juga disebut dengan pipet gondok, karena adanya temboloknya.
10. Pipet Ukur (Measuring Pipette)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixdEnLHBaQcS7ShtmjH_eSvxC9Xq48dKBpk6ChTXrL72DHJtpVsZ5IqpECIEQ4WymfYbA2S7ly5QDZvYBAGMbQnvs3j5nBcIkZdpTwXfYCXXem2nY-qwbLs9KGTrucqYGOVsco_XCothU/s1600/pipetukur.jpg

Tersedia dalam berbagai ukuran missal : 5 ml, 10ml, 25 ml
Kegunaan : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur.

12. Kawat ose / kawat nicrom
  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDY5Qa5z7NC5zRBVyBHkWrYZZWonTK2dPXowCqFmKIRRm2lQ2VymcZAeOLDoLjg2pG_bPFoHGbSzFSI7Gl09KY_-lWyyp5U3anxA9MqWTL4WTuvUA-XKEF22GTZmiliqCA0qvrPTapiss/s1600/kawat-ose.jpg


Diameter 0.5 mm, panjang: 150 mm, Tangkai pemegang: gelas.
Kegunaan : Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala
Untuk mengambil bakteri dan menanam bakteri di media tanam.
  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9_1MUEcOUqujYl7dqnN1NePukIhyphenhyphen_eAM4Yb9xC067XD2wvZqzFDPp7oGiyIhVmm0qDnea_5yjNqTJrl3g2h0oYaj_oAPSi2LvG2jFoKXbQ2jMklmMcqtW1YAf4Jk0k0gzCRYU-i6RgXw/s1600/kawat-ose-natrium.jpg

Contoh warna nyala unsur natriun


14. Termometer air raksa dan termometer alkohol,
    
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyZn2chVEA4S-esZ3vTZ_L-Rj_m2rMCiG9E9P-eSBmRy7DOmxx4tS1oLtuPus8-To-9U7ZhOTzqbpFxWARKG8tKA4Qo25ms0S6sND8hblCFMxK_uKsY_cuQm0u_dqKbO3xTk0nncRJ9Rc/s1600/thermometer-raksa.jpg

Berguna untuk mengukur suhu larutan.

16. Bunsen spiritus/Lampu spiritus/pemanas spiritus,
  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDfSe32EBGBAI80yJ3ORxCnb-BvxMh5lSu30-CbC9R2XjWjqj9ljaGpH_vpPcG98N2GGhJ20peQRx-qJGy739h7ZCnbcePKEHlrrCFyFKpzMO_3ufLRwAj6BdspYuF3NZA0j0SwNl8v8o/s1600/bunsen-spiritus.jpg

Berguna untuk membakar/reaksi dengan pemanasan.

17. Desikator (desiccator)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigwjRMFxmG4t1DhN-99tGKLMntpyC8UVaaHdb6OXYrExJPpgPxLfzxYSMXF1i6CDU7ls3ePuJepd1hELywY300-46pjJXndoEJK9Sm4kP01AFJbQilW6Rus2-JbWwYuKAoF6KadlFfhg4/s1600/descikator.jpg

Desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.
Fungsi :
a.  Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
b.  Mengeringkan padatan

18. Mikroskop.
Mikroskop adalah alat yang bisa kita pakai untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat sangat kecil menjadi lebih besar dari aslinya, sehingga kita bisa meng-identifikasi benda tersebut dengan lebih tepat.
Banyak sekali jenis mikroskop yang ada sekarang ini, mulai dari yang paling sederhana sampai pada mikroskop elektron  yaiut sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statis dan elektro magnetis untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya.
berikut adalah bagian-bagian mikroskop seperti yang biasa kita pakai di laboratorium :
    
Akhirnya,… banyak yang bisa kita pelajari di laboratorium dengan begitu banyak peralatan yang ada. Masih banyak rahasia yang bisa kita dapatkan apabila kita rajin belajar. Rajin meneliti, memupuk rasa ingin tahu kita akan dunia semesta yang maha luas ini.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdeQ5H3CBE5licBlQFdVQQXl-sP27A-CuFSxYdiR-kYLLbXEv0-tnYY6cWdag36qvcI2Txec8P5OuknV99M0gEmE6wlpfy5C1efp4Io_OCBx6Zfi8jQrWxzF_Du9P5Q5BE6B2ct0MZttk/s1600/mikroskop-3.jpg